[email protected] 021-77882517 / 087841359219

Gapura Panca Waluya: Upaya SMK Al-Muhtadin Depok Membentuk Murid yang Utuh dan Berkarakter

  • Dwi Hariyunita
  • Disukai 0
  • Dibaca 301 Kali

Pada tanggal 19 hingga 20 Desember 2025, SMK Al-Muhtadin Depok menyelenggarakan kegiatan Gapura Panca Waluya sebagai bagian dari penutup masa pembelajaran Semester Gasal Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini dirancang sebagai wahana penguatan kompetensi murid secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek akademik dan keahlian vokasional, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kepedulian sosial.

Secara konseptual, pendidikan yang efektif menuntut keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Sejumlah kajian dalam jurnal pendidikan menegaskan bahwa pembelajaran bermakna akan tercapai ketika sekolah mampu memfasilitasi pengalaman nyata yang melibatkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara terpadu. Hal ini selaras dengan tujuan utama pelaksanaan Gapura Panca Waluya di SMK Al-Muhtadin Depok, yakni membentuk murid yang utuh melalui internalisasi nilai-nilai Panca Waluya: Cageur (sehat jasmani dan rohani), Bageur (berperilaku baik), Pinter (cerdas dan kompeten), Bener (jujur dan bertanggung jawab), serta Singer (kreatif dan terampil).


Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan Gapura Panca Waluya menjadi ruang ekspresi bagi murid untuk menampilkan kreativitas dan bakat mereka melalui ajang pentas seni. Aktivitas ini tidak hanya melatih kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan serta apresiasi terhadap keberagaman potensi peserta didik. Literatur pendidikan seni menunjukkan bahwa keterlibatan murid dalam kegiatan ekspresif mampu meningkatkan kecerdasan emosional dan membangun iklim sekolah yang positif.

Selain itu, sekolah juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon bersama kepala sekolah dan para guru. Kegiatan ini menanamkan kesadaran ekologis serta tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan sejak dini. Sejalan dengan hasil penelitian di bidang pendidikan berkelanjutan, pembiasaan tindakan nyata seperti ini dinilai lebih efektif dalam membentuk perilaku peduli lingkungan dibandingkan pembelajaran konseptual semata.


Aspek kewirausahaan turut menjadi bagian penting dalam kegiatan ini melalui pelaksanaan bazar kelas. Murid dilibatkan secara langsung dalam proses perencanaan, produksi, hingga penjualan makanan dan minuman hasil kreasi mereka. Pembeli bazar tidak hanya berasal dari kalangan siswa dan guru, tetapi juga orang tua wali yang hadir ke sekolah untuk menerima laporan hasil belajar putra-putrinya. Pengalaman berwirausaha ini memberikan pembelajaran kontekstual mengenai manajemen sederhana, kerja sama tim, serta tanggung jawab finansial. Sejumlah studi dalam jurnal pendidikan vokasi menegaskan bahwa praktik kewirausahaan di sekolah mampu meningkatkan life skills dan kesiapan murid menghadapi dunia kerja maupun usaha mandiri.

Tidak berhenti pada penguatan karakter dan keterampilan, Gapura Panca Waluya juga menjadi sarana pembelajaran nilai empati dan kepedulian sosial. Selama kegiatan berlangsung, sekolah mengadakan penggalangan dana donasi sebagai bentuk solidaritas bagi saudara-saudara yang terdampak bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Donasi yang dihimpun berasal dari murid, guru, karyawan, serta orang tua wali siswa. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan melalui lembaga dan komunitas kemanusiaan terpercaya, di antaranya Albaari Foundation, MKKS SMK Kota Depok, dan Relawan TIK.

Melalui rangkaian kegiatan Gapura Panca Waluya, SMK Al-Muhtadin Depok menunjukkan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kesiapan murid untuk menjadi insan yang berdaya, berakhlak, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.