In House Training “Penguatan Pembelajaran Mendalam” untuk Dewan Guru SMK Al-Muhtadin
SMK Al-Muhtadin menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertema Penguatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada 10 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat kapasitas profesional guru agar selaras dengan arah kebijakan pendidikan vokasi dan tantangan pembelajaran abad ke-21.
Kegiatan IHT diikuti oleh 39 peserta, yang terdiri atas guru produktif, guru adaptif, dan guru normatif. Keberagaman latar belakang peserta tersebut menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dan terintegrasi antar mata pelajaran di lingkungan SMK.
Hadir sebagai narasumber utama, Bapak H. Syaikhi, S.Pd., M.M, selaku Pengawas Pembina SMK Al-Muhtadin, menyampaikan materi terkait kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning) serta penguatan growth mindset dalam meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada proses berpikir tingkat tinggi, refleksi, dan pembentukan karakter belajar sepanjang hayat. Sejalan dengan berbagai kajian pendidikan, pendekatan deep learning terbukti mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa serta mendorong kemampuan analisis dan pemecahan masalah secara bermakna.
Selain itu, konsep growth mindset disampaikan sebagai fondasi penting bagi guru dalam menghadapi dinamika perubahan kurikulum dan karakteristik peserta didik. Guru dengan pola pikir bertumbuh diyakini lebih adaptif, terbuka terhadap inovasi, dan konsisten dalam melakukan refleksi praktik pembelajaran. Hal ini selaras dengan temuan penelitian pendidikan yang menunjukkan bahwa growth mindset berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja pendidik dan kualitas interaksi belajar di kelas.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Ibu Vera Roesmawati, M.Sc dari Mitra Industri Edukasi4id, yang membawakan materi penguatan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) melalui kolaborasi antar mata pelajaran. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana PjBL dapat dirancang secara lintas disiplin untuk menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Ibu Vera menegaskan bahwa kolaborasi antar guru menjadi kunci keberhasilan PjBL, khususnya di satuan pendidikan vokasi. Integrasi mata pelajaran normatif, adaptif, dan produktif dalam satu proyek pembelajaran memungkinkan peserta didik mengembangkan kompetensi teknis sekaligus keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan berpikir kritis. Pendekatan ini juga sejalan dengan hasil-hasil riset pendidikan yang menyebutkan bahwa PjBL efektif dalam meningkatkan keterlibatan belajar dan kesiapan kerja peserta didik SMK.
Melalui pelaksanaan IHT ini, SMK Al-Muhtadin menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya belajar guru yang reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembelajaran mendalam. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan secara nyata dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas, sehingga berdampak langsung pada peningkatan mutu lulusan dan daya saing sekolah di masa mendatang.
