[email protected] 021-77882517 / 087841359219

Komdigi Gelar Temu Nasional Penggiat Literasi Digital 2025, Perkuat Perlindungan Anak dan Lawan Kejahatan Siber

  • Dwi Hariyunita
  • Disukai 1
  • Dibaca 159 Kali

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Temu Nasional Pegiat Literasi Digital 2025 di The Brick Hall, Fatmawati, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital sekaligus ajang konsolidasi nasional dalam menghadapi maraknya hoaks, penipuan siber, serta penyalahgunaan teknologi yang kian kompleks.

Acara berlangsung selama dua hari, 16–17 Desember 2025, dengan fokus yang berbeda di setiap harinya. Pada hari pertama, forum menghadirkan perwakilan perusahaan teknologi global, perusahaan teknologi lokal, penyedia pelatihan digital, serta berbagai komunitas literasi digital. Diskusi diarahkan pada pemetaan tantangan terkini dunia digital, berbagi praktik baik, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sementara itu, hari kedua difokuskan pada penguatan peran komunitas literasi digital sebagai ujung tombak edukasi dan pendampingan masyarakat.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi, Bapak Bonifasius Wahyu Pujianto. Dalam sambutannya, Bapak Wahyu menegaskan bahwa pertemuan ini berfokus pada tiga isu utama. Pertama, perlindungan kelompok rentan di ruang digital, mulai dari anak-anak, remaja, lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat dengan tingkat literasi rendah. Upaya tersebut penting untuk mencegah dampak negatif seperti penipuan digital dan kejahatan siber. Kedua, menekan penyalahgunaan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang kerap dimanfaatkan untuk memproduksi konten miss informasi dan hoaks.


Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, yang hadir pada hari kedua sebagai pemateri, menilai bahwa pendekatan literasi digital perlu terus diperbarui seiring pesatnya perkembangan modus kejahatan digital. Menurutnya, imbauan untuk berinternet secara bijak saja tidak lagi memadai.
“Karena orang itu melakukan kejahatan, penipuan digital itu hari per hari, ilmunya berbeda-beda. Kita baru tahu satu ilmu penipuan, mereka sudah menipu dengan cara lainnya,” ujar Ibu Meutya.


Temu Nasional ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi generasi muda. Sebanyak 150 siswa SMK Al-Muhtadin dari kelas X, XI, dan XII turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pada hari pertama, 50 siswa mengikuti rangkaian acara, sementara pada hari kedua jumlah peserta meningkat menjadi 100 siswa. Keterlibatan pelajar ini menjadi bukti pentingnya literasi digital sejak dini untuk membentuk generasi yang cakap, kritis, dan aman di ruang digital.

Selain diisi dengan diskusi strategis dan sesi penguatan kapasitas, Temu Nasional Pegiat Literasi Digital 2025 semakin semarak dengan kehadiran sejumlah figur publik yang dikenal aktif dalam kampanye literasi dan pemanfaatan ruang digital secara positif. Pada hari pertama, acara tersebut menghadirkan Jui Purwoto, stand up comedian yang membagikan perspektif dan pengalamannya tentang peran individu dalam membangun kesadaran literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Sementara itu, pada hari kedua, suasana semakin hidup dengan kehadiran Marcella Zalianty, aktris sekaligus influencer yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial dan edukasi digital.

Kehadiran para figur publik tersebut memberikan daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat pesan bahwa literasi digital merupakan tanggung jawab bersama, lintas profesi dan lintas generasi. Melalui Temu Nasional Pegiat Literasi Digital 2025, Komdigi berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan untuk menciptakan ruang digital Indonesia yang aman, inklusif, dan berdaya saing.

Dengan terselenggaranya Temu Nasional Pegiat Literasi Digital 2025, diharapkan peserta didik SMK Al-Muhtadin, keikutsertaan dalam forum nasional ini menjadi pengalaman berharga dalam memperluas wawasan, membangun kesadaran etis, serta menumbuhkan peran aktif sebagai generasi pengelola ruang digital yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab.